Selasa, 08 September 2009

Pria Sejati

Menjadi laki-laki atau wanita adalah masalah kelahiran. Tapi menjadi pria adalah masalah pilihan.
Pilihan disini ga bicara tentang emosi meledak-ledak dari anak muda yang baru belajar ideologi baru.
Bukan pula bicara tentang kaum fundamentalis kuno yang berpegang teguh kalau wanita setengahnya laki2
Bukan juga anak-anak yang ikut2an milih sesuatu karena diajak teman..
Tapi pilihan yang ditentukan dari kesadaran penuh akan dirinya sendiri, akan kodratnya sebagai laki2,
akan tanggung jawab sosialnya sebagai kepala keluarga nanti, akan jalan hidupnya yang akn dia
tentukan sendiri..
Pilihan seperti apa yang harus diambil seorang pria??hari ini saya tidak menulis hal2 praktis, tetapi
lebih sedikit ke hal2 yang mendasarinya..Jawabannya adalah: PILIHAN UNTUK MENJADI PRIA!!

Apa maksudnya??apa saya bukan Pria??saya terlahir dengan jenis kelamin laki-laki, di KTP tertulis
jelas "LAKI-LAKI"!!..Yupz, disini saya membedakan Pria dengan "Laki-Laki". Di mana perbedaannya??
Sederhana..Penerimaan akan tanggung jawab, disini perbedaannya,,

Kedewasaan seorang laki-laki ga bisa diukur dari umur, tapi penerimaan akan tanggung jawab..
Banyak laki-laki yang tampil "Sangar" atau "Garang", di tengah image yang dia bentuk akan dirinya
sendiri, dia mencoba menutupi siapa dirinya. Mereka takut orang-orang akan mengatahui diri mereka
sebenarnya. Mereka takut perempuan yang "LEMAH" mengetahui kalau sebenarnya si laki-laki ini
juga LEMAH..Mereka menyembunyikan kesendirian, kesepian, ketakutan, kebosanan dalam simbol-simbol
laki-laki yang biasa beredar seperti kekuasaan, uang, kekuaatan dan wanita.. Mereka menyembunyikan
kelemahan2 mereka karena mereka (ATAU KITA PARA LAKI2) menganggap bahwa yang takut itu cuma BANCI..

Sifat pria Tidak ada hubungannya dengan usia. Kapan Anda membuang hal-hal kekanak-kanakan?? Hai
kaum Pria, sudahkah kita berhenti bermain? atau sudahkah kita mengganti mainan??

Tidak akan ada yang berubah sampai kita para laki2 menerima tanggung jawab sebagai PRIA. Ketika laki2
tertangkap basah bersalah biasanya reaksi yang keluar adalah KABUR atau MARAH!! Kenapa??Karena mereka
sebenarnya gak berani bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan..Mereka sebenarnya mau berkata "AQ GA
SANGGUP MENERIMA TANGGUNG JAWAB SEBAGAI SEORANG PRIA, TOLONG AQ". Hanya saja mereka (atau kita)
takut untuk mengakui kelemahan mereka. Mereka lebih sibuk cepat-cepat menudingkan jari mereka ke orang lain
ketimbang berpikir jernih untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi..Sehingga munculah ekspresi mereka dalam
bentuk marah2 atau kabur..

Seorang laki2 yang tidak bertanggung jwab, tidak bisa disebut pria. Orang2 seperti ini menjadi sangat berbahaya,
karena mereka menginginkan para wanita bukan untuk berkeluarga tetapi hanya "daging" mereka saja. Mereka
akan merusak tatanan sosial dan menjadi calon ayah yang buruk bagi anak2 mereka (atau bahkan mereka kabur
sebelum anak mereka melihat siapa ayahnya).

Banyak laki-laki terjebak dengan rokok, minuman keras, obat-obatan terlarang, perkelahian, pembunuhan, jebakan
pengikat pornografi, dll, mereka (begitu juga saya) terus berusaha membuat orang lain terkesan dan bukannya mencari jati diri
mereka. Mereka menyakiti siapapun yang bisa mereka sakiti, mereka menyakiti keluarga, teman, bahkan pacar mereka.
Selingkuh, ingkar janji, adalah hal yang keliatannya "wajar" dilakukan oleh laki2 ketimbang wanita kan??Jangan2 sekarang
yang ada di neraka lebih banyak laki2 ketimbang wanita, hehe..

Sebagai laki-laki kita terlalu AROGAN dan SOMBONG, menganggap orang lain salah, menghakimi, tidak mau disalahkan
menganggap perempuan itu lemah, padahal kita yang perlu mengoreksi diri sendiri, apa kita kuat menerima tanggung jawab
sebagai pria??Jangan berjanji jika kita tidak yakin bisa menepati, ambil tanggung jawab di bidang2 yang mungkin kita lakukan
dan lakukan tanggung jawab kita dalam segala hal (keluarga, studi, pekerjaan, relasi, pacaran, dll), dan JADILAH PRIA!!!

Saya tidak sedang menghakimi teman2 yang lagi baca, ini adalah kalimat2 yang saya tulis berdasarkan apa yang saya alami..
Beberapa bulan ini tepatnya satu semester saya telah menjalani kehidupan sebagai "Laki-laki" namun ternyata sama sekali tidak
menyenangkan.. Sama seperti jika kita menggunakan HP sebagai ulekan, salah fungsi..Begitu juga laki-laki
dengan sifat kekanak-kanakan, ada yang salah dan harus ada yang dirubah..Ada SeseOrang yang telah mengingatkan
saya dan menyuruh saya menulis ini, so saya tulis di sini d..
Jbu

0 komentar:

Posting Komentar