Jumat, 28 Mei 2010

Mentalmorphosis


Masa lalu adalah sejarah, masa depan adalah misteri, dan hari ini adalah anugerah. Perjalanan waktu manusia menjadikan mereka ada sebagaimana mereka ada saat ini. Masa kecil kita membentuk kita yang sekarang, kita yang sekarang akan membentuk hari depan. Mimpi dan harapan adalah alat untuk melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Tanpa mimpi dan harapan semua hanya perjalanan waktu yang tanpa arti, seperti bunga rumput yang ada di pagi hari dan kemudian hilang saat sore. Masa lalu, saat ini, dan impian kita, menentukan akan jadi apa kita nantinya.
Saat berusia 0-3 tahun, otak manusia ada dalam kondisi yang sangat luar biasa. Seperti spons raksasa yang siap untuk menerima informasi apapun yang terekam. Bahkan sekalipun informasi yang direkam akan berakibat fatal bagi dirinya ataupun orang-orang di sekitarnya. Bayi yang ditanamkan sebagai bayi yang pintar, akan mengembangkan dirinya dan potensinya untuk menjadi anak yang pintar. Bayi yang selalu dibilang “bodoh, masa’ gitu aja ga bisa” akan berkembang menjadi kepribadian yang tidak seharunya, minder, lemah, dan lali lupa. Seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri, demikianlah ia.
Pikiran manusia menurut Freud dapat dikategorikan menjadi tiga bagian, concious/sadar, subconcious/sub sadar, dan unconcious/bawah sadar. Pikiran analitik, logika, perhitungan, semua ada di alam sadar kita. Kekuatan besar dari alam sadar ini memampukan kita untuk mengambil keputusan, kesimpulan, sintesis, dan pemecahan masalah lainnya. Alam sadar kita sayangnya, hanya memberikan sumbangan sekitar 12% dari kondisi pikiran kita yang sebenarnya. Sisanya dipegang oleh alam sub dan bawah sadar kita (selanjutnya penulis akan menuliskan keduanya sebagai alam bawah sadar). Emosi, intuisi, perasaan yang sebenarnya mendasari tindakan dan setiap keputusan kita terletak di alam bawah sadar. Kekuatan yang jauh lebih luar biasa dari alam bawah sadar kita seringkali tidak kita sadari dan pahami, sehingga kita belum bisa memaksimalkan potensi yang ada.
Alam bawah sadar kita seperti anak kecil yang polos. Apa saja yang kita (baca: saya sendiri) perintahkan, akan dia lakukan. Misalnya, seandainya kita berkata pada diri sendiri: “lagi males kuliah, bolos ah”, maka alam bawah sadar akan memberikan respon yang sangat luar biasa dengan membuat-buat alasan yang mendukung kita bolos. Bisa jadi kita pusing, ngantuk, tambah malas, dan apapun yang bisa membuat kita menjadi bolos kuliah. Apapun yang kita programkan, entah itu baik, atau buruk, akan terekam dan dilakukan oleh alam bawah sadar kita.
Berhati-hatilah saat berkata-kata terhadap diri sendiri (self-talk), karena semua akan terekam dalam alam bawah sadar kita. Berhenti mengatai diri “bodoh” ketika Anda gagal melakukan sesuatu, berhenti mengatakan bahwa Anda tidak bisa, berhenti menyalahkan diri sendiri, berhenti mengatakan semua hal negatif kepada diri Anda sendiri.
Gantilah kata-kata buruk tersebut dengan kata-kata yang manis, seperti “kamu pasti bisa”. Sekalipun gagal, cobalah untuk tetap mengucap syukur, percaya kalau Anda pasti bisa menghadapi pagi dengan suasana baru yang lebih baik daripada saat ini. Perkataan yang baik akan mempengaruhi alam bawah sadar Anda dan alam bawah sadar Anda akan bertindak untuk mengubah Anda menjadi Anda yang baru.
Kelihatannya kata-kata begitu sepele, tapi sangat berpengaruh. Entah air dalam diri kita yang memiliki energi seperti kata Emoto, atau perkataan kita yang memiliki kuasa, apapun penyebab perubahan yang terjadi, percayalah sebenarnya kata-kata yang baik akan mengubah diri Anda menjadi lebih luar biasa.

0 komentar:

Posting Komentar