Kamis, 24 Juni 2010

Hasil (Bukan) Akhir




Ketika kita benar, Tuhan memberkati.
Ketika kita berdosa, Tuhan menghukum
Logika dasar dari sebagian besar manusia dalam bertindak.
Kita melihat hasil sebagai akibat dari proses
Kita menilai masakan hanya dari rasa saat kita makan
Kita menilai baik atau buruk hanya dari apa yang kita lihat sekarang
Kita hanya menilai akibat, dan berjalan tanpa menikmati proses


Karena orang-orang melihat hasil,
Kita ingin menjadi terlihat lebih tinggi
Dengan gelar lebih panjang
Dengan prestasi lebih baik
Dengan pengaruh lebih besar
Lagi-lagi kita mendasari diri kita dengan apa yang kita punya
Bukan menikmati yang kita jalani

Memakai topeng kebaikan dan kekudusan
Tapi mengabaikan Otoritas yang sesungguhnya
Menjadi sok manis dan suci
Padahal membelokkan apa yang lurus
Menjadi penolong di saat genting
Tapi dengan cara-cara licik bukan cerdik, yang tidak bisa dikategorikan tulus apalagi lurus

Kepuasan bukan dicapai dengan mendapatkan apa yang kita inginkan
Kepuasan datang dengan menginginkan apa yang telah kita dapatkan

Benar hanya bisa dikatakan benar jika motif dan caranya benar.
Jika fondasinya saja rapuh, maka bangunan itu pasti rubuh.

0 komentar:

Posting Komentar