Sabtu, 30 November 2013

Surat Untuk Dokter Indonesia

Dear dokter indonesia..

Kami segelintir masyarakat indonesia yang sinis dengan dokter, ga ingin mendengar anda mengeluh
Anda itu pelayan masyarakat, pekerjaan mulia, penuh ketulusan. Benar, tapi kami ga akan menghargai itu. Karena Anda pelayan

Kami ga peduli Anda sedang memperjuangkan hak Anda, kami ga perduli apa bedanya itu malpraktek, risiko tindakan, efek samping obat, alergi obat,  kami ga mau pusing pusing untuk cari tau. Karena sekalipun anda benar, anda tetap malpraktek.

Kami ga perduli dengan rekan anda yang dipenjara sekalipun dokter di amerika setuju ini bukan kelalaian medis, kami ga perduli dengan risiko terkait tindakan, tanggung jawab keluarga dalam mengambil keputusan pada pasien gawat, kami ga perduli tetek bengek itu semua. Yang kami tau, kami datang, dan kami harus sembuh, tanpa malpraktek.

Kami ga mau tau apakah sebelumnya pasien dibawa ke klinik tongfang, klinik mata hindustan, sangkal putung, pijit urat saraf, tenaga dalam, herbal dan alternatif lain yang pastinya tanpa efek samping. Pokoknya kalau sampai pasien yang kondisinya sudah terlalu buruk tadi sampai di IGD, dia harus sembuh, kalau tidak, berarti anda malpraktek


Dear dokter Indonesia..

Kami ga mau tau hutang negara sampai berapa Miliar dengan RS, gaji dokter yang lebih rendah dari sopir bus transjakarta, uang yang anda keluarkan untuk membayar obat pasien yang tidak mampu. Yang kami tau, kata media penuh politisasi dan ga netral itu, dokter menolak pasien miskin.

Kami ga mau tau bagaimana anda pagi hari sebelum anak anak berangkat sekolah sudah mengunjungi pasien di bangsal, kemudian anda berpikir tentang diagnosis, tetesan infus, interaksi obat, efek samping, dan sebagian besarnya pasien jamkesmas, kami ga peduli. Yang kami tau, pada saat malam setelah seharian Anda mengatasi pasien di rumah sakit, kami datang ke praktek pribadi Anda, dan dalam 5-10 menit kami membayar Anda. Seharusnya Anda menolong pasien miskin,walaupun Anda lebih banyak menolong orang miskin ketimbang kami.

Kami ga mau tau keluarga yang anda tinggalkan, anak yang sering besar dengan kehilangan sosok anda, kesehatan yang diabaikan demi menolong pasien, text book yang tetap anda baca menjelang tidur. Yang kami tahu, kata gosip yang beredar Anda berasal dari keluarga kaya, jadi anda itu manja dan bodoh.
Kami ga mau tau tugas dan fungsi dokter. Pokoknya kalau ICU penuh itu salah dokter, bank darah kosong itu salah dokter, ambulance habis itu salah dokter, bangsal overcapacity itu salah dokter, pasien miskin ditolak (baca: dirujuk) itu salah dokter, infus macet itu salah dokter, konspirasi yahudi juga salah dokter.


Dear dokter Indonesia..

Atas nama kemanusiaan, sesungguhnya kami tidak lagi menganggap Anda manusia
Kalian bukan Tuhan. Karena kalau ada pasien sembuh, kesembuhan itu dari Tuhan, sedangkan kalau ada pasien meninggal sekalipun kalian sudah bertindak sesuai prosedur, itu salah kalian.
Sekalipun kalian benar, kalian tetap salah, pahami itu.

Dari kami, segelintir masyarakat picik terhadap dokter indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar