Sabtu, 25 Januari 2014

Apa Gunanya Cairan Infus?

"Dok, pokoknya saya mau diinfus" adalah kalimat yang sering saya dengarkan di lingkup kerja rumah sakit. Entah apa penyakitnya, mulai dari batuk pilek sampai kanker semua minta diinfus. Entah dia mau diobati atau tidak pokoknya kalau diinfus itu sembuh. Apa benar demikian? Sebenarnya infus itu apa si? Benar punya manfaat atau hanya sugesti belaka?

Infus digunakan para dokter dalam terapi cairan untuk dimasukkan langsung ke pembuluh darah. Cairan infus berisi elektrolit yang berbeda beda sesuai dengan jenis cairan infus yang digunakan. Ada yang hanya berisi Dekstrosa (gula), NaCl (garam), ada juga yang sangat kompleks sampai hampir menyamai seluruh komponen elektrolit tubuh. Fungsinya tentu untuk mengganti cairan atau elektrolit tubuh.

Jenis cairan infus juga berbeda beda, infus untuk pasien stroke berbeda dengan infus untuk pasien demam typhoid. Namun secara sederhana, kita butuh cairan jika seandainya kita kekurangan cairan, atau kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan cairan. Jadi kalau sakitnya batuk pilek, kulit gatal, pusing habis diputus pacar, ya tidak butuh infus.

Jadi siapa saja yang butuh untuk diinfus?

  • Luka Bakar 
Pada pasien luka bakar yang luas dan berat membuat cairan tubuh hilang dan rawan dehidrasi sehingga harus dilakukan pemasangan infus untuk pergantian cairan segera, namun hal ini juga tergantung luasnya luka bakar.

  • Kecelakaan atau perdarahan.
Pada kecelakaan yang menyebabkan perdarahan hebat juga membutuhkan pergantian cairan segera agar tidak terjadi syok. Atau pada kondisi perdarahan, misalnya BAB darah atau muntah darah harus dilakukan pergantian cairan dengan pemasangan infus.

  • Diare
Pada pasien dengan kondisi diare berat, tubuh kehilangan cairan dengan sangat cepat. Pemasangan dan terapi cairan yang cukup sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, serta menjaga jumlah cairan tubuh yang cukup agar tidak jatuh dalam kondisi gawat. Pada anak dengan diare, biasanya dokter sedikit lebih berhati hati. Jika pada anak dengan diare yang tidak berhenti dengan pemberian obat, apalagi ditambah dengan muntah, segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan terapi cairan dengan pemasangan infus.

  • Sakit Berat
Pasien dengan sakit yang berat berdasarkan pemeriksaan dokter disarankan dilakukan pemasangan infus, dengan pertimbangan pemberian cairan lewat jalur infus dan pemberian obat dengan reaksi obat relatif cepat dan lebih mudah ditakar. Pada pasien sakit berat kerap tubuh pasien kurang respon dengan pemberian obat melalui mulut/oral dan dilakukan pemberian obat melalui infus.

  • Mual dan Muntah.
Infus dipasang pada pasien dengan keluhan mual dan muntah sehingga tidak dapat menelan obat. Selain tidak dapat menerima obat, pada pasien muntah biasanya akan terjadi ketidak seimbangan elektrolit, ini bisa diatasi dengan pemberian infus yang sesuai.

  • Tidak Sadar.
Pada pasien dengan kondisi tidak sadar, tidak memungkinkan bagi pasien untuk diberikan obat melalui mulut (oral). Pemberian secara oral dapat membuat pasien tersedak, lebih buruk lagi dapat mengakitbatkan kematian. Pemberian infus di sini selain dilakukan dalam rangka pemberian obat juga untuk keseimbangan elektrolit.


  • Terapi dalam kondisi khusus
Pada beberapa kondisi khusus, infus dapat juga digunakan sebagai terapi. Misalnya pada keadaan koma hiperosmolar hiperglikemik, yaitu kondisi dimana seorang dengan kadar gula yang sangat tinggi sehingga terjadi gangguan kesadaran. Dalam kondisi ini infus diberikan dengan cepat untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan menurunkan kadar gula agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut.

Jadi, tidak semua penyakit membutuhkan cairan infus. Tidak semua penyakit juga harus rawat inap di rumah sakit. Cairan infus dan rawat inap di rumah sakit tidak mempercepat penyembuhan, dan bukan pengganti nutrisi makanan. Cairan infus akan menjadi berguna jika digunakan secara tepat guna sesuai indikasi.

6 komentar:

  1. dok, ibu saya sakit kena tumor tiroid + stroke sekarang dirawat di rumah kalau makan/minum agk susah n sering mbalik/muntah, apakah boleh dipasangi infus? infus jenis apa yg cocok, tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat tergantung dengan hasil laboratorium terkait Pak/Bu,biarkan dokter saja yang menentukan

      Hapus
  2. siang dok, menanggapi artikel infus di atas yang menurut pengalaman dokter si pasien banyak yg minta di infus, saya pribadi adalah orang yang paling takut sama jarum suntik (apalagi infus). Alhamdulillah dari kecil sampai umur 40 saya tidak pernah rawat inap. Tapi baru beberapa bulan lalu saya kena DB dan harus di infus di RS.
    Dari penjelasan di atas (siapa saja yang butuh infus) kebanyakan alasannya agar tidak kekurangan cairan dan kesulitan untuk memasukkan cairan/obat ke dalam tubuh. Namun untuk kondisi di mana ada "jaminan" bahwa si pasien masih mudah untuk makan/minum dan juga ada "jaminan" bahwa si pasien minum air minimal 3-4 liter, apakah juga WAJIB infus?
    Terima kasih untuk pencerahannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk kondisi medik khusus seperti demam berdarah, sekalipun pasien masih bisa minum, infus tetap indikasi utama. Seperti pada beberapa kondisi medik lainnya. Namun infus tidak wajib pada semua kondisi, sangat bergantung pada proses perjalanan penyakit

      Hapus