Minggu, 09 Februari 2014

Demam Pada Anak

Panas adalah keluhan yang sering disampaikan orang tua ketika anaknya sakit. Banyak penyakit yang menyebabkan panas, mulai dari batuk pilek, kurang cairan, kelelahan, dan banyak penyakit lainnya. Panas di atas 37,5 celcius dianggap sebagai demam. Perlu dipahami, demam sendiri bukanlah sebuah penyakit. Demam adalah tanda anak anda sedang melawan penyakit, artinya demam adalah tanda daya tahan anak anda bekerja dengan baik.


Lalu apa yang harus dilakukan orang tua ketika anak anda panas? Bolehkan memberikan turun panas? Boleh saja namun orang tua tetap tidak boleh panik. Jika anak panas, boleh saja berikan turun panas seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis. Selain obat, biarkan anak istirahat, minum air putih. Jika anak panas tinggi sampai 38,5 celcius, jangan panik, segera minumkan turun panas. Apalagi jika anak punya riwayat kejang karena demam, segera berikan obat turun panas.

Untuk anak bayi, jangan langsung berikan obat penurun panas. Kenapa? Karena pengatur suhu di otak bayi belum sempurna. Jika bayi panas, lebih baik usahakan bayi tetap nyaman, kompres dan bawa ke dokter. Bagaimana cara mengompres bayi yang benar? Gunakan air dengan suhu ruangan, bukan dengan air panas/dingin. Selipkan handuk dengan air suhu ruangan di ketiak, dahi dan tubuh, jika sudah mulai panas, bilas dengan air dan ulangi lagi kompres. Pada bayi di bawah 4 bulan, jika mengalami panas segera hubungi dokter.

Apa saja si yang menyebabkan anak panas? Ada banyak hal yang menyebabkan anak panas. Anak habis lari lari dengan temannya pun dapat menyebabkan panas, kurang minum juga mengakibatkan panas. Infeksi bakteri dan virus adalah salah dua penyebab demam pada anak, dan tata kelola kedua hal ini berbeda. Perlu diketahui, infeksi virus adalah penyebab tersering anak terserang panas.

Panas tidak selalu disebabkan infeksi bakteri, sehingga tidak selalu membutuhkan antibiotik. Kapan panas membutuhkan antibiotik? Jika disertai batuk atau pilek, lendir berwarna hijau, batuk atau pilek 7 hati, panas satu hari bukan indikasi pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik yang tidak sesuai indikasi akan mengakibatkan resistensi/ kekebalan terhadap antibiotik tersebut. Apa akibatnya jika resisten antibiotik? Maka perlu ganti antibiotik, padahal antibiotik terbatas, lalu jika semua jenis antibiotik sampai kebal? Ya mungkin saja pasien bisa meninggal karena batuk pilek.

Jangan beli antibiotik sendiri di apotek, yang berhak memberikan antibiotik hanya dokter.
Selain infeksi bakteri, virus juga mengakibatkan panas. Panas yang diakibatkan virus biasanya cepat dan tinggi, berlangsung di hari hari awal demam. Infeksi virus tidak memerlukan antibiotik, pemberian antibiotik pada infeksi virus jelas mengakibatkan resistensi antibiotik. Infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya tanpa antibiotik, cukup berikan obat turun panas, istirahat dan makan yang cukup saja.


Kapan saja seorang anak perlu dibawa ke dokter?

  • Bayi berusia kurang dari 3 bulan dengan suhu di atas 38,3°C.
  • Demam lebih dari 48 jam-72 jam tanpa batuk pilek, sehingga perlu dicari penyebab lainnya.
  • Tidak mau minum sama sekali, atau muntah terus menerus.
  • Rewel berlebihan atau menangis terus menerus disertai jeritan.
  • Saat hari ke 3-5 demam anak sangat lemas atau tidur terus menerus sepanjang hari.
  • Kejang, kuduk leher kaku dan sesak napas.
  • Lemas, kencing berkurang atau Gelisah, 
  • Muntah berlebih dengan frekuensi lebih dari 5-7 kali dan diare banyak lebih dari 5-7 kali cair

0 komentar:

Posting Komentar