Rabu, 25 Juni 2014

Anti Sosial

Gangguan kepribadian antisosial secara sederhana yaitu ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi normal sosial yang berlaku, misalnya perlikau kriminal terus menerus. Berbeda dengan anggapan beberapa orang dalam beberapa jokes bahwa antisosial adalah mereka yang sibuk dengan handphone atau mereka yang memiliki kesulitan dalam bersosialisasi, pada kenyataannya, antisosial dimaksudkan bagi seseorang yang kesulisan memenuhi norma sosial. Nah dengan definisi ini saya harap tidak ada lagi yang melabel temannya yang kesulitan bersosialisasi dengan anti sosial ya.

Pasien dengan gangguan antisosial ini dapat mengecoh bahkan psikiater/psikolog yang paling berpengalaman. Kemampuannya untuk menyembunyikan perasaan ketegangan, kepalsuan, iritabilitas, dan kemarahan dapat ditutupi bahkan diperlihatkan dalam wajah yang tenang dan dapat dipercaya. Para pelaku kejahatan yang berasal dari kepribadian ini dapat terlihat sangat baik dan bersahabat oleh tetangga dan orang sekitarnya, namun dengan tega dapat melakukan pembunuhan berantai tanpa rasa bersalah.

Pasien dengan gangguan kepribadian ini seringkali tampak sangat normal bahkan mempesona dan menyenangkan. Namun jika dilihat di masa anaknya dapat terungkap masalah masalah khas seperti kabur dari rumah, penggunaan obat dan alkohol, mencuri, berkelahi. Pasien ini mampu membuat lawan jenisnya mudah tertarik dengan perilakunya yang manis dan menarik, namun akan menganggap sesama jenisnya itu manipulatif atau menuntut. Cara pasien ini memandang orang dari jenis kelaminnya adalah gambaran dia melihat dirinya sendiri yang memang manipulatif. Laki laki 3 kali lebih banyak mengalami gangguan kepribadian anti sosial dibandingkan perempuan.

Orang dengan gangguan ini tidak dapat berkata jujur ataupun dapat dipercaya untuk melakukan tugas tugas yang terikat moral. Kesukaan berganti ganti pasangan, menganiaya pasangan, penganiayaan anak, mabuk, tanda tanda kecil seperti ini mengindikasikan perilaku antisosial yang perlu dilihat lebih jauh. Tanda tanda ketidakmampuan ini bahkan bisa dilihat bahkan sebelum anak mencapai usia 15 tahun dan diagnosis baru boleh ditegakkan paling tidak saat usianya 18 tahun.

Melihat tindak kriminal atau pada laki laki yang kesulitan bertanggung jawab secara moral dan finansial, akrab dengan penipuan, tidak memiliki rasa penyesalan, tidak mengindahkan keselamatan diri sendiri maupun orang lain saat berlalu lintas, perlu penanganan yang lebih menyeluruh. Penjara jarang memberikan hasil yang baik pada mereka dengan gangguan kepribadian ini. Rawat inap di rumah sakit jiwa dengan psikoterapi terkontrol juga perlu dipikirkan selain penjara.

Sebelum menutup gangguan kepribadian antisosial ini saya mau menyampaikan beberapa fakta menarik:
·         85% remaja yang berada dipenjara tumbuh tanpa peran ayah
·         80% pemerkosa yang melakukannya sebagai ekspresi kemarahan tumbuh tanpa ayah
·         90% anak jalanan yang kabur dari rumah berasal dari keluarga tanpa peran ayah
·         63% bunuh diri datang dari keluarga tanpa peran ayah
·         Anak yang tumbuh tanpa peran ayah, dua kali lebih berisiko mengalami drop out di sekolah

Menghadapi tren anak punk, preman, geng motor kita perlu melihat lebih jauh dari sekedar kenakalan remaja atau tindak kriminalitas. Anak anak ini adalah hasil didikan generasi kita. Generasi yang dengan kejam membiarkan anak tumbuh tanpa peran ayah karena ayah ditugaskan sekedar mencari uang. Atau ketidakmampuan ayah untuk menjalin keakraban dengan anak. Tulisan ini tidak mengecilkan peran ibu, namun didasari karena peran ibu jarang mengalami disfungsi, sedangkan peran ayah belakangan sudah sangat berantakan. Mari kembalikan peran ayah.

0 komentar:

Posting Komentar