Rabu, 16 Juli 2014

Bunuh Diri Pada Anak dan Remaja

Gagasan bunuh diri terdapat pada semua kelompok usia dan dengan frekuensi terbesar pada gangguan depresi berat. Lebih dari 12.000 anak di Amerika dirawat setiap tahunnya karena usaha bunuh diri, tetapi jarang berhasil pada anak di bawah usia 12 tahun. Anak kecil tidak dapat merancang usaha bunuh diri yang realistik. Ketidakmatangan kognitif tampak memainkan peranan perlindungan pada anak yang ingin bunuh diri. Gagasan bunuh diri bukanlah hal yang statik, ini berubah ubah seiring waktu. Keputusan untuk melakukan aksi bunuh diri dapat merupakan aksi impulsif, yang tidak dipikirkan sebelumnya. Bisa pula karna masalah yang menumpuk sekian lama.


Menanyakan langsung pada anak dan remaja mengenai pikiran bunuh diri adalah hal yang sangat penting. Karena sejumlah studi terus menerus menunjukkan bahwa orang tua sering tidak menyadari gagasan bunuh diri pada anaknya. Pikiran bunuh diri dan ancaman bunuh diri lebih lazim ditemukan dibandingkan bunuh diri yang berhasil.

Ciri ciri remaja yang melakukan usaha bunuh diri dengan mereka yang berhasil bunuh diri serupa, dan sepertiga dari mereka yang berhasil bunuh diri, pernah melakukan usaha bunuh diri sebelumnya, namun gagal. Gangguan jiwa pada beberapa orang yang mencoba atau berhasil bunuh diri mencakup gangguan depresi berat, episode manik dan gangguan psikotik. Mereka dengan gangguan mood, penyalahgunaan zat dan perilaku agresif merupakan remaja dengan risiko tinggi. Mereka yang tanpa ada gangguan mood bersikap agresif, kasar, impulsif rentan untuk melakukan bunuh diri ketika ada konflik dengan keluarga atau sebaya.

Remaja yang mencoba bunuh diri dan berisiko tinggi harus dirawat di rumah sakit sampai keinginan bunuh diri tidak ada lagi. Orang orang ini mencakup mereka yang pernah melakukan usaha bunuh diri sebelumnya, mereka yang melakukan usaha bunuh diri dengan cara mematikan (pistol, insektisida), mereka dengan gangguan depresif berat dengan tanda penarikan diri, putus asa, tidak berdaya, serta orang dengan gagasan bunuh diri persisten.

(Diambil dari: Buku Ajar Psikiatri Klinis Kapplan&Saddock, edisi 2)

2 komentar: