Senin, 25 Agustus 2014

Sakit Gigi

Nyeri gigi adalah salah satu alasan seseorang berobat di puskesmas di daerah saya, Keling, Jepara. Penderitanya bervariasi dari anak kecil hingga lansia yang bahkan giginya sendiri sudah tidak ada. Jadi teringat sebuah lagu era 80an, lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Saya yakin penciptanya belum pernah sakit gigi.


Sangat disayangkan berobatnya masyarakat ke puskesmas jarang dengan kesadaran sendiri periksa di poli gigi, padahal di puskesmas tersedia poli gigi. Masyarakat lebih suka ke poli umum dan minta obat obatan penghilang nyeri. Entah apa yang ada di pikirannya, namun dokter gigi terkesan menakutkan di daerah ini.

Sakit gigi dianggap sepele, hanya sekedar sakit yang bisa dihilangkan dengan obat warung semacam bodr*x, atau mencari asam mefenamat di tukang obat atau beli antibiotik sendiri di apotek yang kemudian memicu kekebalan antibiotik karna pemakaiannya tidak sesuai resep dokter. Sakit gigi dianggap ga lebih dari sakit lecet lecet habis terjatuh dari motor karna mabuk saat orkes dangdut.
Sakit gigi bisa berasal dari banyak kondisi dan kesemuanya tidak bisa dianggap sepele. Banyak kasus gangguan katup jantung berawal dari kondisi sakit gigi yang tidak diselesaikan secara menyeluruh, karena pasien enggan ke dokter gigi. Karies, atau bolongnya gigi yang sudah terisi oleh bakteri dapat dengan mudah menuju katup jantung dan mengakibatkan kerusakan disana. Atau kuman tetanus juga bisa bersarang dalam gigi dan mengakibatkan kejang tetani.

Hygiene mulut termasuk gigi penting untuk dipelihara dalam mencegah sakit gigi. Sikat gigi dua kali sehari, penggunaan pencuci mulut, penting untuk mencegah timbulnya lubang pada gigi. Juga jangan terlalu sering menggosok gigi, karna akan membuat lapisan terluar gigi menjadi tipis dan malah mempermudah timbulnya lubang.

Mana yang lebih perlu ditakutkan, jantung rusak seumur hidup atau sakit sejenak di kursi dokter gigi lalu sembuh seterusnya? Memang bukan kompetensi saya sebagai dokter layanan primer untuk bicara tentang sakit gigi. Namun karna itu pula posting ini harus ada, agar masyarakat yang sakit gigi jangan salah tempat berobat ke dokter umum. Melainkan ke dokter gigi.

Mari kita jaga kebersihan dan kesehatan mulut. Jika ada sesuatu, hubungi dokter gigi ya.

2 komentar: