Selasa, 21 Oktober 2014

Rasakan dan Sembuhlah

"Jangan menangis, kamu harus kuat" kata Bu Munawaroh pada anaknya Siti yang baru saja dipukuli oleh teman temannya karna tidak mau memberikan contekan. Kalimat ini terngiang ngiang terus menerus, membuat Siti tumbuh menjadi anak yang terlihat kuat karna tidak pernah menangis, tidak ada yang sadar setiap hari dibalik pintu kamarnya yang terkunci rapat, di bawah selimutnya, Siti membasahi bantalnya dengan kesedihan.


"Jangan menangis, kamu harus kuat" kata orang tua kita dulu. Pahlawan perang menangis, perebut kota menangis, nabi menangis, dan kamu manusia, mengapa kamu menyembunyikan tangisanmu? Sejak kapan tidak menangis itu tanda kuat? Sejak kapan menyembunyikan rasa sakit adalah tanda kuat? Sejak kapan ketakutan membuka diri sendiri dan menyampaikan rasa sakit adalah tanda kuat? Sejak kapan tindakan lari dari kenyataan adalah tanda kuat? Sejak kapan tidak menangis adalah tanda kuat?

"Jangan menangis, kamu harus kuat" kata orang tua kita dulu. Mana yang kuat, menyembunyikan perasaan atau membukanya dan membiarkan dia sembuh? Mana yang kuat, kabur dan berpura pura rasa sakit ini tak ada, atau mengakui keberadaannya dan mencari jalan keluar? Mana yang kuat, menutup diri sendiri di balik pintu dan hancur, atau membiarkan orang lain masuk dan berbagi kehidupan saling menguatkan? Mana yang kuat, tidak menangis padahal terluka atau menangis untuk sembuh?

Orang yang kuat bersedia untuk mengakui rasa sakitnya. Orang yang kuat sadar dan membuka dirinya untuk sembuh. Orang yang kuat tidak berpura pura tidak merasakan sakit, sebaliknya dia menyadari rasa sakitnya. Orang kuat berlutut keletihan untuk kemudian berdiri bersama sahabatnya menuju kedamaian. Orang kuat berdiri bersama orang lain untuk ditolong dan menolong. Orang kuat menangis.

Kalau kamu sekarang masih belum bisa menangis, bukankah lebih nyaman jika kamu mengutarakannya sekarang atau sesaat lagi bersama orang yang kamu percaya? Kalau kamu masih belum kuat berdiri, bersediakah kamu kami bantu untuk berdiri dengan kakimu sendiri untuk mengakui perasaanmu dan sembuh?

Kalau kamu masih sakit, maukah kamu sembuh?


Dari saya yang mengasihi kamu dan ingin kamu sembuh

Jiemi Ardian, dr
Email: jiemi.ardian@gmail.com
Pin BB: 7DAD57E9

2 komentar: