Selasa, 16 Desember 2014

Jangan Imunisasi Anakmu

Berawal dari cuitan dokter pakar vaksin @dirgarambe yang memang sering membahas soal pentingnya dan halal-haramnya vaksinasi, saya tergelitik untuk ikut menghangatkan topik ini. Beberapa tahun belakangan sedang marak kelompok antivaksin yang mengampanyekan hoax tentang bahaya imunisasi, komponen haram yang ada di tiap vaksin, sampai konspirasi yahudi di balik pembuatan vaksin. Saya ga akan bahas satu satu, wong udah jelas ngawur jadi ga usah dibahas.


Dua dekade yang lalu ada 1000 anak tiap harinya yang meninggal karena polio. Tapi pada 1988 muncul Gerakan Pemberantasan Polio Global dengan imunisasi. Lalu pada 2004, hanya 1.266 kasus polio yang dilaporkan muncul di seluruh dunia. Indonesia sampai tahun 1995 sudah aman dari polio lagi lagi karena imunisasi. Namun prestasi yang patut kita banggakan ini lenyap bersamaan dengan merebaknya polio tahun 2005, dimulai dari seorang anak berumur 20 bulan yang tidak diimunisasi terkena virus polio liar di Jawa Barat. Sejak saat itu indonesia menyumbang 1/5 total jumlah kasus polio, dan berada di urutan 16 dunia penderita kasus polio yang kesemuanya menyerang anak yang tidak diimunisasi.

Dr. John Salk ilmuan Yahudi yang menurut para antivaksin adalah tukang konspirasi adalah penemu vaksin polio. Salk menemukan vaksin polio dan menyadari dunia membutuhkannya, anak anak kecil di belahan negara miskin lain membutuhkannya. Bisa saja Salk mengambil hak patennya untuk mendapatkan royalti dari vaksin polio yang dibuatnya dan menghasilkan jutaan US dolar tiap tahunnya karna vaksin yang dijual, namun artinya vaksin ini akan dijual mahal dan hanya anak orang kaya saja yang akan mendapatkannya. Dengan begitu akan banyak anak miskin yang lumpuh bahkan cacat atau meninggal di jalan jalan, dan anak yang kaya akan berjalan gagah. Tapi apa yang dilakukan Salk? Dia memberikan hasil penelitiannya selama bertahun tahun secara cuma cuma, supaya vaksin polio bisa diberikan secara murah bahkan gratis, agar anak anak miskin juga bisa diimunisasi, agar anak anak miskin juga bebas dari polio. Sekarang mana yang lebih jahat? Salk yang merelakan haknya jutaan dolar agar anak miskin bisa bebas polio atau antivaks hoax yang membiarkan anak anak cacat karena kebohongannya? Antivaksin adalah konspirasi orang konyol untuk merusak dan membuat cacat anak anda, waspadalah. Jangan imunisasi anak anda karna yang buat adalah orang Yahudi, walaupun dia orang baik dan antivaksin picik, tetap saja yang buat vaksin polio itu orang Yahudi. Gitu kan?

Pemerintah indonesia sudah menyediakan imunisasi secara gratis. Jadi silahkan tidak usah mengimunisasi anak cucu anda jika anda mau anak cucu anda cacat, dan jika anda mau membiarkan anak cucu anda atau generasi setelahnya tersiksa. Tapi membiarkan anak cacat dan tersiksa karna percaya info hoax adalah kejahatan yang sangat kejam. Keputusan di tangan anda, mau percaya track record vaksin yang sudah menyelamatkan ratusan juta nyawa, atau percaya antivaks yang sudah mengembalikan kasus berbahaya seperti difteri, pertusis, polio, tetanus ke permukaan karna menolak vaksin. Jangan imunisasi anak anda jika anda ingin anak anda cacat. Jangan imunisasi anak anda jika anda ingin anak anda meninggal karna sakit yang bisa dicegah .Pilihlah dengan bijak, salam sadar.

0 komentar:

Posting Komentar