Jumat, 30 Januari 2015

Demam Berdarah Dengue

Agak melenceng dari topik kesehatan jiwa dulu ya, karna sekarang musim hujan telah datang, genangan air dimana mana dan datanglah musim yang tidak bisa dihindari dan sangat tidak diharapkan, musim demam berdarah. Rumah sakit dan puskesmas beberapa minggu terakhir ini penuh dengan pasien demam berdarah, mulai dari bayi hingga orang tua semua bisa kena demam berdarah. Apa si demam berdarah itu? Mari kita lihat lebih jauh


Demam berdarah ditularkan oleh nyamuk bernama Aedes aegepty, bisa dilihat di gambar bentuk dari nyamuk. Nyamuk ini bisa menularkan penyakit demam berdarah jika dan hanya jika dia membawa virus dengue, yang didapatnya juga dari menggigit manusia yang sakit. Nyamuk ini biasa beraktifitas pada siang hari, di ketinggian di bawah 1000m dan banyak di daerah tropis seperti Indonesia. Virus dengue sendiri terdiri dari 4 strain, 1,2,3,4. Setelah terserang 1 strain tubuh akan membentuk antibodi terhadap strain yang sama sehingga kebal. Namun tubuh masih bisa terserang strain lain, dan jika terserang strain lain maka ini bisa membuat tubuh terserang demam beradarah yang berat sampai terjadi syok.

Demam berdarah biasanya tidak mengeluarkan gejala yang khas. Pada sebagian besar orang hanya mengeluhkan demam tiba tiba tinggi, nyeri kepala, sendi, otot, nyeri ulu hati, mual muntah, buang air besar warna hitam. Biasanya dari pemeriksaan laboratorium akan didapatkan penurunan angka trombosit dan kenaikan hematokrit. Gejala seperti mimisan, bintik merah baru akan muncul setelah demam berdarah berkembang, jadi jangan berobat dan berharap menunggu mimisan atau bintik merah muncu, karna justru ini salah satu tanda bahaya.

Biasanya dokter menyarankan cek laboratorium di hari ketiga, karna memang percuma dilakukan di hari pertama dan kedua demam, hasilnya tidak signifikan. Belum lagi perjalanan penyakit demam berdarah tidak bisa dihentikan, kita hanya bisa menunggu dan mengawasi tanda kegawatan sehingga jika ada sesuatu pertolongan sudah siap. Demam pada hari 1-3 biasanya aman, namun setelah demam turun pada hari ke empat justru ini fase berbahaya yang perlu pengawasan.

Bisa dilihat di tabel di atas, pada hari ke 4-6 adalah fase kritis hingga dapat terjadi syok, dan disini justru panas berkisar di antara 37 derajat celcius. Panas turun bukan berarti sembuh dalam keadaan demam berdarah, justru ini adalah fase yang berbahaya dan perlu pengawasan ekstra hati hati. Lalu apa saja si yang perlu diperhatikan saat dicurigai demam berdarah?

  1. Memberikan minum sebanyak mungkin.
  2. Kompres agar panasnya turun
  3. Memberikan obat penurun panas.
  4. Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas.
  5. Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondiai bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.
Nah di saat saat seperti ini ada baiknya kita mencegah demam berdarah sebelum terjadi. Mari lakukan aksi nyata, kuras bak mandi lebih sering jangan sampai ada jentik nyamuk, buang air air genangan di dekat rumah, basmi nyamuk. Mari kita waspadai demam berdarah, cegah sebelum terjadi.

0 komentar:

Posting Komentar