Sabtu, 11 April 2015

Surat Jujur Untuk Tuhan

*nama -nama di tulisan ini disamarkan, namun kejadian dibuat sedetil yang penulis bisa menurut kejadian aslinya.

Catatan: tulisan ini memuat kejujuran. Bagi yang ingin sebuah pengharapan rohani yang biasa disampaikan, saya sarankan berhenti membaca sekarang, karena hal itu tidak ada di sini. Saya menawarkan harapan di balik sebuah kejujuran realisme, itu saja. Satu lagi, saya tidak ingin menggugurkan iman satu orangpun, saya hanya menawarkan pandangan jujur terhadap realita.Yang entah dalam cara paradoksikal bagaimana, lebih mengangkat iman saya ketimbang pembohongan publik.