Selasa, 18 Agustus 2015

Tentang Skizofrenia

Skizofrenia, mungkin nama ini agak asing di telinga, atau mungkin di mata karna saat ini kamu sedang membaca blog. Namun penyakit satu ini sayangnya sedikit mendapat perhatian dan pertolongan, malah penderitanya dipandang sebelah mata, dianggap bukan manusia, dibiarkan bahkan dipasung, bahkan punya lagu kebangsaan sendiri yang suka dinyanyikan anak anak: "Orang gilaaa, orang gilaa" sambil bertepuk tangan.

Iya, gila. Skizofrenia sering salah disebutkan orang awam, bahkan beberapa petugas kesehatan sebagai gila. Dahulu kala skizofrenia bernama demensia prekoks, dicurigai sebagai pikun yang terjadi pada usia di bawah 60 tahun, namun pada perkembangannya ini terbukti keliru. Skizofrenia dari asal katanya berarti jiwa yang terbelah, walau penelusuran selanjutnya memaknai agak sedikit berbeda.

Skizofrenia disebabkan oleh banyak hal, dan kurang beriman bukan salah satu diantaranya. Faktor biopsikososial bisa berperan dalam mencetuskan skizofrenia. Tekanan masyarakat, pekerjaan, (harapan tentang) cinta, kepribadian yang tertutup, dan faktor keturunan bisa memainkan peranan. Hipotesis dopamin adalah salah satu penyebab yang paling sering disebutkan, kelebihan dopamin dalam sistem saraf yang menyebabkan munculnya gejala skizofrenia.

Untuk penegakkan diagnosis skizofrenia perlu serangkaian pemeriksaan status mental oleh psikiater. Sama seperti mendiagnosis penyakit lain, kita ga bisa mendiagnosis diri sendiri hanya dengan googling gejala dan tanda penyakit. Terlebih penegakkan diagnosis skizofrenia tidak mudah dan perlu pendidikan khusus.

Untuk menegakkan diagnosis skizofrenia menurut DSM IV-TR perlu memenuhi kriteria berikut:
1. Terdapat 1 atau 2 gejala yang nyata dari
A. Isi Pikiran
     Isi pikiran bergema, dirasuki, tertukar, tersiar
B. Waham/Delusi
     Waham dikendalikan, dipengaruhi, pasivitas, pengalaman indrawi tak wajar/mistik
C. Halusinasi auditorik
     Halusinasi dengar yang bisa berkomentar, menyuruh/sekedar suara gemericik
D. Waham menetap lain
     Waham yang menurut budaya setempat tidak wajar

2. Terdapat 2 atau lebih gejala
A. Halusinasi lain
     Halusinasi visual, kinestetik
B. Katatonia
     Perilaku kataton, kaku, bisa dibentuk, aktivitas berlebihan tanpa tujuan
C. Gejala negatif
     Menarik diri, tanpa tujuan hidup, tidak berhubungan secara sosial, penurunan fungsi
D. Arus pikir
     Terputus, blocking, melompat, inkoheren, neologisme

*waham merupakan sebuah kepercayaan tidak wajar, yang dipercayai 100% oleh pasien dan tidak bisa disanggah, bersifat egosentris, tidak sesuai realita, dan pasien hidup dalam wahamnya

Skizofrenia merupakan penyakit "kumat-kumatan", ada kalanya dia membaik dan ada kalanya dia memburuk. Sayangnya, kekumatan kedua akan lebih buruh dari yang pertama, dan tingkat kepulihan yang kedua tidak akan sebaik yang pertama. Artinya, semakin banyak/sering kambuh, maka fungsi sosial, mental dan kognitif pasien akan semakin memburuk, ini yang dinamakan deteroriasi.

Karena malu atau alasan biaya, beberapa anggota keluarga meletakkan pasien skizofrenia pada panti panti atau diobati alternatif. Iya benar bisa "membaik", tapi bukan karena pengobatan yang efektif namun memang siklus penyakitnya yang sedang dalam episode perbaikan, dan menunggu untuk kumat lagi menjadi lebih buruk. Padahal jika diobati melalui psikiater, kekambuhan dapat dicegah dan fungsi pasien bisa pelan pelan dipertahankan supaya membaik.

Pengobatan alternatif biasanya menakut nakuti dengan topik "obat kimia" atau "kecanduan obat" yang keduanya sudah menjadi kebohongan yang dipercaya masyarakat demi jualan obat alternatif. Pasien skizofrenia tidak pernah kecanduan obat, tapi pasien skizofrenia memang membutuhkan obat. Lihat saja, pasien skizofrenia bisa dengan mudah berhenti minum obat, kalau obatnya memang buat kecanduan, pasti pasien tidak mau obatnya dihentikan.

Pengobatan pasien skizofrenia tidak seperti batuk pilek, yang bisa dalam 3 hari sembuh. Pengontrolan dosis, jenis obat, profil efek samping, semua dimonitor dengan ketat agar pasien tidak kumat. Oleh karena itu dorongan dari keluarga dan semangat pasien sangat penting untuk kesembuhan. Karena skizofrenia adalah penyakit, bukan kutukan apalagi karna kurang iman. Skizofrenia butuh pengobatan, biarkan mereka memperoleh kesembuhan dan hidup serta berfungsi baik.

Skizofrenia adalah penyakit, bukan gila. Yang gila itu kalau sudah tau skizofrenia itu penyakit, namun menahan pasien/keluarga berobat karena takut ketahuan tetangga kalau pasien sakit skizofrenia. Salam sadar

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus