Selasa, 29 Desember 2015

Black Shadow

"Aku ga pernah bisa beda pendapat sama suamiku. Tiap aku beda pendapat pasti ujungnya berantem besar dan aku ga tau kenapa kita berantem. Kalo dia yang nyanggah pendapat aku, rasanya itu lebih menyakitkan daripada orang lain yang menyanggah" Keluh seorang perempuan pada psikiater yang mendengarkan dengan seksama. "Kalau yang bicara orang lain, saya bisa terima dok. Tapi kalau suami sayang yang beda pendapat rasanya saya seperti direndahkan. Seperti saat ayah saya memarahi saya didepan teman teman saya dulu waktu kecil"

Black shadow, inilah hal yang dialami sang istri. Apa itu black shadow? Seperti namanya, bayangan hitam, bayangan yang terus mengikuti kemanapun kita pergi. Dalam hal ini, bayangan tentang perilaku ayahnya dimasa lalu yang terus menghantui wanita ini hingga sekarang. Sang wanita sebenarnya tidak memiliki masalah yang nyata dengan suaminya, namun masalahnya merupakan bayangan dari masa lalunya.

Black shadow seringkali mengganggu hubungan kita dengan orang yang kita sayangi. Karena pada saat kita memiliki black shadow, respon kita terhadap orang yang kita sayangi akan sangat bergantung pada reaksi terhadap shadow yang kita alami. Dan biasanya respon emosi ini tidak nyaman, spontan dan tidak bisa kita kendalikan. Black shadow akan merusak hubungan kita dengan orang yang kita sayangi tanpa kita pernah sadari.

Saat ini mengetahui ternyata ada kejadian kejadian dimasa lalu yang mungkin membayangi kehidupan kita saat ini, mari kita coba cermati bersama. Saat ini adakah reaksi tertentu terhadap perilaku pasangan kita yang seringkali sulit kita kendalikan, dan tidak wajar. Jika ada, mari kita renungkan kembali lagi, adakah hal itu berhubungan dengan sebuah kejadian dimasa lalu yang sampai sekarang masih mengganggu. Jika iya, mari kita belajar melepaskan dan memaafkan kejadian tersebut.

Seringkali memang sulit dalam pelaksanaannya untuk melepaskan perasaan tidak menyenangkan, yang padahal hal itu mengganggu kehidupan kita bertahun tahun. Namun kita perlu untuk mengusahakannya secara sengaja sebelum hal ini makin menggerogoti kebahagiaan kita tanpa kita sadari. Sadari dan lepaskan, sadari dan maafkan. Namun jika masih kesulitan, jangan ragu untuk mencari pertolongan profesional dalam menangani black shadow ini.

Mari kita sadari keberadaan diri kita, dan bayangan yang mengikuti kita selama ini. Ijinkan diri kita bebas merasakan kebahagiaan. Sadari dan lepaskan, sadari dan maafkan. Salam sadar
 

2 komentar:

  1. Selain anankastik ternyata saya punya 'black shadow' juga ni Dok. Saya sangat memahami bahwa dibesarkan oleh Bapak dengan anankastik level 9,5 dan pendidikan semi militer sampai usia belasan, semakin lengkap dengan suasana konflik setiap harinya di rumah saya rasa membentuk saya menjadi pribadi seperti saat ini.
    Kemarahan, pengingkaran, ketidakbersyukuran dll dalam diri saya dulu buah dari masa lalu itu. Kemauan diri untuk memahami, melepaskan, dan memaafkan pasti solusinya ya Dok.
    Syukurlah Allah kasih saya lingkungan yang sangat baik untuk memulihkan diri. Terima kasih pencerahannya dr. Jiemi....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera dapat mencapai kedamaian Pak/Bu

      Hapus