Selasa, 19 Januari 2016

Beda Level

"Kenapa si dia mau aja pindah kerja dari kerjaannya yang sekarang ke daerah terpencil, disini dia udah mapan, uang banyak, rumah ada, mau nyari pasangan juga gampang, eh malah mau maunya dia ke propinsi antah berantah yang ga ada uangnya itu. Bodoh dia", seru Maman yang sedang membicarakan tindakan temannya Tono yang menurut dia, bodoh.


Dalam hierarki kebutuhan Abraham Maslow, ada beberapa tingkatan kebutuhan yaitu : kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Maslow memberi hipotesis bahwa setelah individu memuaskan kebutuhan pada tingkat paling bawah, individu akan memuaskan kebutuhan pada tingkat yang berikutnya.

Jadi bisa dipahami bahwa manusia punya kecenderungannya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dahulu baru beranjak ke kebutuhan kebutuhan yang lebih tinggi. Contoh, orang orang yang masih berkutat kekurangan di kebutuhan fisiologis (makan, minum, tidur, sex) tidak akan bisa mengerti orang yang sedang bicara tentang kebutuhan yang lebih tinggi (penerimaan, pengakuan, capaian prestasi). Atau misalnya orang orang yang masih bicara pada level rasa aman, kemapanan, rasa dilindungi, keamanan masa depan, tidak akan bisa mengerti orang orang yang berada pada level yang lebih tinggi yang meninggalkan semua rasa aman demi melayani suku pedalaman.

Hal ini bukanlah sesuatu yang salah, kita hanya berbeda tingkatan kebutuhan. Sehingga bisa kita mengerti, beberapa perdebatan dan diskusi kadang tidak mencapai titik terang karna memang berbeda level, kadang kita tidak bisa saling mengerti karna kita tidak menginjak tanah yang sama, kita tidak memiliki common ground yang sama.

Kita tidak bisa bicara tentang bawaimana menjadi bijaksana kepada anak TK. Dengan cara yang sama kita tidak bisa mengatakan bagaimana aktualisasi diri pada orang yang masih disibukkan soal makan minum dan sex. Kadang kita hanya berbeda, itu saja. Kalau kita tidak bisa mengerti perilaku seseorang, mungkin level kita terlalu rendah sehingga tidak bisa mengerti perilakunya. Salam sadar

0 komentar:

Posting Komentar