Sabtu, 04 Juni 2016

Rasakanlah dan Sembuhlah

Alkisah dalam sebuah acara di stasiun Metromini terdapatlah sebuah acara Mario Bross the Gulden Way, "Super sekali... teruslah berpikir positif". Benarkah untuk bahagia kita harus sering sering berpikir positif? Tidak mengijinkan diri sendiri merasakan hal negatif?


Pikiran positif itu kebahagiaan, senang, tenang, menutupi perasaan, pura pura senyum, pura pura ceria, kurang lebih begitu. Pikiran negatif itu marah, sedih, takut, cemas, sekalipun marah karena ada orang yang tidak adil dan kita berencana membawa keadilan, sedih karena ditinggal orang yang paling dekat dengan kita, takut nyebrang karena memang jalanan sedang ramai. Pikiran negatif dan positif?

Salah satu kejahatan generasi ini adalah dengan tidak mengijinkan kita merasakan apa yang sebenarnya kita rasakan. 

Membohongi diri sendiri dengan menutupi perasaan dengan atribut positif. Akhirnya? Perasaan yang tadinya ingin muncul, ingin bicara pada diri kita, ingin menyampaikan pesan malah kita tutup dalam-dalam, dan dia akan bicara dengan jalan lain, yang makin sulit kita pahami.

Sedih yang kita tutupi, marah yang kita tutupi, bisa saja berbicara dengan cara lain. Nyeri kepala, nyeri tengkuk, nyeri perut atau sesak nafas atau mungkin yang lain. Perasaan mu yang kamu tutupi akan menemukan cara lain untuk bicara dengan cara yang makin sulit kamu pahami.

Perasaan negatif bukanlah perasaan negatif. Perasaan hanyalah perasaan, bukan positif atau negatif. Perasaan hanyalah perasaan, perasaan bukanlah dirimu yang sebenarnya. Perasaan hanyalah perasaan, dia hanya ingin bicara, dengarkan dan rasakan. Perasaan baik yang disebut positif maupun negatif sebenarnya sama, sama-sama perlu dirasakan, didengarkan, dan ditangkap.

Dengan mengijinkan diri sendiri merasakan perasaan, dengan mengenali perasaan sendiri, kita bisa belajar untuk mengenali dan bersahabat dengan diri sendiri. Bersahabat dengan rasa sakit, dengan ketakutan dan kelemahan kita, dengan mencintai dirimu sendiri sebagaimana adanya. Karena jika kita telah berhasil menangkap pesan dari rasa yang tidak nyaman, atau menerima pesan tersebut tanpa menghakimi, pada saat itu sebenarnya kita telah bahagia.

Kebahagiaan adalah dengan mengijinkan diri sendiri merasakan apa yang kita rasakan, rasakanlah, terimalah, dan sembuhlah. 

Kita tidak bisa menyembuhkan apa yang tidak kita rasakan.

Salam Sadar.

0 komentar:

Posting Komentar