Sabtu, 03 September 2016

Saya Depresi Dok...

"Saya depresi dok, saya lelah dengan semua ini. Semua usaha saya gagal, padahal saya yakin saya mampu. Saya ga bisa lagi merasakan senang. Saya ke pool party hambar, saya dugem juga kosong, hal hal yang dulu buat saya happy saat ini rasanya sia sia, lalu saya ini hidup untuk apa?" Keluh seorang pasien pada psikiater yang mendengarkan dengan seksama, mencoba untuk hadir mengerti dan merasakan penderitaan pasien.


Depresi berbeda dengan kesedihan. Kadang depresi mengambil wajah kesedihan, namun dalam wajah lain depresi bisa berupa kemarahan, pemberontakkan, pesta fora atau dalam curhatan pasien tadi, perasaan kosong tak bertujuan. Depresi dalam hal ini tentu akan menyebabkan gangguan dalam pekerjaan sehari hari, fungsi sosial, bahkan mungkin seks dan hal yang lebih sederhana lagi, tidur.

Kehilangan makna hidup sungguh dapat berbahaya, adalah lebih mengerikan kita hidup namun tak memiliki alasan kita hidup. Adalah mengerikan bahwa kita sedang hidup namun kita tidak hidup secara seutuhnya. Dalam peribahasa sering kita dengar "Mati segan hidup tak mau".

Pencarian akan makna dan jalan keluar bisa saja berasal dari berbagai cara. Bisa melalui rohaniawan, teman sebaya, konselor, terapis ataupun psikiater. Jangan sungkan atau kawatir minta tolong kepada orang yang lebih mampu membantu.

Depresi yang saudara rasakan tidak ada hubungannya dengan kadar iman saudara. Kadang itu muncul begitu saja, dan sebegitu merusaknya sehingga bahkan Anda tak mampu berpikir apa-apa. Jangan ragu mengonsultasikan kepada konselor atau psikiater terdekat. Abaikan saja jika ada orang yang dalam kesulitan Anda malah menuduh kurang iman, kurang berdoa tanpa mau memasang telinga mendengar dengan seksama. Orang-orang ini hanya mau bicara dan merasa tau, tinggalkan saja dan temuilah konselor atau psikiater Anda.

Kadang ketika permasalahan muncul, dan kita tidak bisa mengubah sesuatu dimasa lalu, ada kalanya kita perlu berhenti melihat masa lalu dan memulai untuk mencoba mengubah masa depan. Karna hidup dimasa lalu kita sudah berakhir, kita hidup di masa ini, kini. Jangan lewatkan masa kini untuk menyesali masa lalu, dan jangan lewatkan masa kini untuk menghawatirkan masa depan. 

Salam Sadar.

"When we are no longer able to change a situation - we are challenged to change ourselves." - Viktor Frankl

2 komentar:

  1. Bagus nih tulisannya sejawat. salam kenal, saya suka hipnoterapi juga tapi belum sempat mengikuti pelatihannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal TS. Semoga kedepan bisa segera terlaksana untuk mengikuti studi lebih lanjut mengenai hipnoterapi

      Hapus