Sabtu, 08 Oktober 2016

Gangguan Jiwa Pada Kehamilan

Beberapa hari terakhir sedang heboh berita seorang ibu yang memutilasi bayinya sendiri. Orang orang kemudian merespon, bagaimana mungkin ibu yang melahirkan bayinya dapat tega melakukan hal kejam itu? Katanya kasih Ibu sepanjang jalan? Tenang tenang, tidak usah "kagetan", tidak usah nggumunan, ijinkan saya menjelaskan sedikit tentang Gangguan Jiwa Pada Kehamilan



Kehamilan merupakan bentuk stresor bagi wanita, entah dianggap stres yang baik atau stres yang buruk. Kehamilan juga mengakibatkan perubahan besar pada sistem hormonal dan sistem kimia pada otak. Belum lagi jika ternyata dalam riwayat keluarga, ibu ini memiliki riwayat gangguan jiwa pada keluarga, atau riwayat kepribadian sebelum kehamilan yang kurang baik, dukungan yang minim, maka kehamilan dapat mencetuskan gangguan kejiwaan

Kehamilan sendiri merupakan waktu yang rentan bagi wanita. Risiko wanita mengalami gangguan kejiwaan pada periode kehamilan adalah sekitar 4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan waktu lainnya sepanjang kehidupan wanita. Jadi jika ada ibu menjelang/setelah melahirkan terlihat berbeda, murung terus, sedih berkepanjangan, ada ide untuk bunuh diri, putus asa, jangan ditangani sendiri. Jangan pula didoakan bawa kemana mana, makin lama ditunda ke psikiater, kondisi psikis ibu akan semakin berat, risiko yang ditanggung akan semakin besar.

Bentuk dari gangguan ini ada dua: gangguan jiwa berat/psikotik. Ditandai dengan gangguan dalam menilai realita, sehingga ibu ini akan gagal berpikir dengan benar, bertindak dengan benar dan merasa dengan benar. Sedangkan yang kedua adalah gangguan afektif, atau perasaan, biasanya berbentu bipolar. Yaitu mood swing yang ekstrim mulai dari mania atau kesenangan berlebihan, atau depresi berat. Yang biasanya dikeluhkan adalah bagian depresi, sedih, putus asa, tidak bisa merasakan kesenangan, tak bergairah, perasaan bersalah, sampai keinginan bunuh diri atau ingin membunuh bayinya.

Keluarga dan suami perlu memahami bahwa waktu-waktu ini merupakan saat berat bagi ibu. Sehingga perlu peka terhadap perubahan pada perasaan ibu. 

Dukungan, pengertian, bantuan sangat berarti bagi ibu pada masa ini. Namun jika perasaan ibu telah dirasa mengganggu kesehariannya, maka adalah bijak membawa ke tenaga profesional.
Walaupun dukungan keluarga sangat penting, namun jika telah terjadi gangguan jiwa pada kehamilan, pengobatan dengan obat adalah cara paling aman. Jangan demi ego, malu ke dokter jiwa, takut diomongin tetangga, mendengarkan saran sok tau keluarga besar, lalu ibu jadi korban keegoisan kita menahan pengobatan. Ibu berhak sehat juga jiwanya. Tak ada kesehatan, tanpa kesehatan mental.
 

0 komentar:

Posting Komentar