Senin, 28 November 2016

Masalah Yang Bukan Masalah

"Masalah bukanlah sebuah masalah sampai kita menganggapnya sebagai masalah"

Cara kita melihat masalah adalah permasalahan itu sendiri. Dan cara kita melihat masalah adalah sudut pandang yang kita gunakan terhadap masalah tersebut, bukanlah masalah itu yang sebenarnya. Bisa saja kita melihat ada kotoran di wajah orang lain yang sebenarnya bersih, hanya karena kita memakai kacamata yang kotor. 


Nah kali ini Tranceformer akan berbagi tips tentang mengubah kacamata kita yang tadinya berorientasi masalah menjadi berorientasi solusi.

1. Outcome Vs Blaming
Disini kita fokus kepada tujuan dan bukan mencari orang/situasi diluar kita untuk disalahkan. Alih alih bertanya  "siapa yang salah?" Maka kita perlu fokus bertanya "dimana saya sekarang? Apa yang saya inginkan? Bagaimana saya bisa beranjak dari kondisi sekarang menuju kondisi yang saya inginkan?"

2. How Vs Why
Otak kita itu cerdas dan nakal. Dia akan menjawab semua pertanyaan yang kita berikan. Jika kita bertanya "Mengapa saya gagal?" Maka akan ada beribu alasan dibalik kegagalan itu. Dan apakah alasan itu menyelesaikan masalah? Tentu tidak bukan. Oleh karena itu kita perlu mengganti pertanyaan sendiri dengan "Bagaimana cara agar selanjutnya saya berhasil?" Agar kita mencari solusi ketimbang ekspesi
3. Feedback vs Failure
Apapun tindakan yang kita lakukan sejatinya adalah usaha untuk mencapai sesuatu yang kita harapkan/impikan. Maka apapun hasilnya adalah proses dan pencapaian. Jika kita lebih dengan dengan tujuan artinya kita di jalur yang benar, jika menjauhi artinya kita perlu memutar arah. Oleh karena itu tidak ada itu kegagalan, yang ada hanyalah umpan balik agar kita memilih respon yang sesuai. Apa kegagalanmu? Bagaimana kamu menyikapinya supaya berhasil?
4. Curiosity Vs Assumption
Rasa ingin tahu adalah kunci kesuksesan sebagian besar orang. Merasa ingin tahu akan menjebak pikiran kita sendiri, asumsi hanya akan menghentikan pertanyaan dan membuat Anda kembali pada hasil yang sama. Tantanglah asumsi anda sendiri, "apakah yang saya pikir benar ini membantu saya memahami dan menyelesaikan masalah? Apa yang pasti benar sehingga ada masalah ini?

Jadi kapan kira-kira kamu mau berhenti berfokus pada masalahmu dan memulai berfokus pada jalan penyelesaiannya?

0 komentar:

Posting Komentar