Kamis, 26 Januari 2017

Terjebak FriendZone (1)

Pernahkah kamu berusaha mendekati seseorang, kamu pingiiiinnn banget jadi pacarnya, tapi untuk mendekatinya kamu bergerak lebih dahulu menjadi sahabatnya. Atau mungkin memang kamu sudah bersahabat dulu dengan dia, dan dalam perjalanan ada rasa-rasa yang muncul begitu saja dalam dirimu. Kamu pikir karena kamu dan dia sudah begitu dekat, kamu sudah mengenal dia luar dan dalam, kamu tau kesukaannya, hal hal yang dia benci, hobi dan makanan favoritnya, maka dia pasti akan memilih kamu sebagai pacarnya. Dan tiba hari dimana kamu menyatakan perasaan ke dia "Aku mau kamu jadi pacar aku".... Wajahnya yang manis tiba tiba berubah menjadi kosong, dia membutuhkan waktu untuk mencerna kalimat mu yang tidak diduga.. Kamu menunggu dengan penuh harap dan kamu pikir kamu dan dia setelah ini akan menjadi sepasang kekasih... Sayang seribu sayang, kalimat selanjutnya yang muncul dari mulutnya justru "Aku ga bisa, kamu terlalu baik buat aku. Kita tetep jadi sahabat kan". Senyum pahit pun terpaksa kamu pasang di wajah bodohmu itu. Seakan tertimpa palu godam besar tepat di dada, sesak, pedih namun harus mencoba tersenyum... Pernahkah kamu mengalami hal ini? Terjebak dalam pertemanan tanpa bisa kemana mana? Apa yang bisa dilakukan untuk keluar darisana? Bagaimana hipnosis dapat membantu keluar dari jebakan FriendZone? Jangan penasaran dulu ya

Salah satu kesalahan umum dalam memulai hubungan adalah, dengan memulainya sebagai sahabat. Kita pikir karna dia sudah menjadi sahabat kita, nyaman bercerita, kita memahami dia luar dan dalam maka dia akan dengan mudahnya mau menjadi pacar kita. Cerita demikian hanyalah minoritas dikehidupan nyata, walaupun banyak muncul dalam cerita FTV.  Untuk menjadi pacar seseorang butuh ketertarikan dan bukan hanya kenyamanan. 
Kalau dia tidak tertarik dengan kamu, sia sia lah kenyamanan yang kamu kasi. Kenyamanannya hanya akan berhenti sampai disana saja. Tidak akan ada keinginan untuk menjadikannya lebih jauh. Simple saja, karna dia ga tertarik  sama kamu.
Seseorang nyaman denganmu sebagai sahabat. Dilain sisi kamu juga menyediakan semua kebutuhan psikologisnya yang akan dia dapatkan dalam fase pacaran. Kamu memberikan dia perhatian, kasih sayang, salam sapa setiap hari, hadiah, waktu, tanpa dia perlu berusaha. Lalu jika seseorang sudah mendapatkan semuanya tanpa memberikan usaha dan tanpa status, ya wajar saja dia tidak mau menjadi pacarmu, karena jadi pacar atau tidak, dia sudah dapat fasilitas darimu.
Seseorang menganggap kamu sahabat atau teman artinya dia nyaman untuk berteman sama kamu, tidak sama dengan dia nyaman untuk bersama kamu dalam jenjang pacaran, itu dua hal yang sangat berbeda. Jika kamu memang punya tujuan untuk pingin dia jadi pacarmu, ya dari awal set tujuan itu, jangan ngeles mau jadi sahabat dulu lah, aku cuma mau temenan lah. Karna kamu bohong sama dirimu sendiri ya wajar kamu dibohongin sama harapanmu. Buat dia tertarik, bukan dengan sogokan sahabat tapi dengan dirimu yang menarik.
Lalu bagaimana caranya menggunakan hipnosis dalam memperbaiki jebakan FriendZone? Dalam prinsip hipnosis seseorang disebut trans jika dia terasosiasi dengan sesuatu. Dalam jebakan FriendZone kamu sudah terasosiasi dengan sahabatmu dengan label sahabat. Dengan label itu, sulit sekali untuk keluar dari posisi pensupply kenyamanan dan berubah menjadi sosok yang menarik. Oleh karena itu yang pertama harus dilakukan, kamu perlu menghentikan asosiasi dirimu sebagai sahabat dalam pikirannya. Kita perlu trance out dari posisi sahabat dan menjadikannya trance in dengan sosok kita yang menarik. Itu hal pertama yang perlu kamu lakukan. Jika hal ini kamu ga berani lakukan, ya selamat berada dalam jebakan friendzone sampai dia menikah dengan pacarnya yang sekarang.
Masa cuma satu tips saja? Sebenarnya banyak. Tapi kalau ditulis di artikel bisa jadi sangat panjang. Ditunggu saja kelahiran artikel lanjutan atau mungkin berupa seminar atau e-book? Tidak ada yang tahu.

Salam Sadar

0 komentar:

Posting Komentar