Rabu, 22 Februari 2017

Belajar Melepas Bahagia

Semua orang ingin bahagia, kita semua ingin mendapat kebahagiaan. Pengejaran akan uang, karir, kekayaan, cinta, semua merupakan pengejaran kebahagiaan. Dan coba lihatlah sendiri, kemana perjalanan ini kamu bawa? Apakah kamu menunggu sudah mendapatkan semua itu baru kemudian kamu bahagia? Apakah kamu sungguh memiliki waktu selama itu untuk menunggu bahagia? Dan seandainyapun kamu memiliki waktu selama itu untuk bahagia, apakah dengan mendapat semua kamu akan bahagia?

Victor Frankl, seorang dokter berkebangsaan Yahudi yang hidup di era Hitler dan kehilangan seluruh anggota keluarganya di camp konsentrasi pernah mengatakan, "Pencarian orang orang di abad ini akan uang saat ini adalah konsekuensi dari ketidakmampuan kita dalam pencarian akan makna". Mencari dan menemukan seakan merupakan satu satunya cara dalam mendapatkan kebahagiaan. Seakan hanya itulah cara untuk mendapatkan kebahagiaan. Benarkah demikian?

Manusia memiliki dua moda berpikir, being dan doing. Moda berpikir doing merupakan gambaran dari apa yang kita lakukan saat ini. Kita punya tujuan, kita mengharapkan sesuatu dalam melakukan hal tersebut, kita memiliki strategi dalam mendapatkan hal tersebut. Misalnya jika kamu ingin membuang sampah yang menumpuk dalam rumah ke tempat pembuangan di ujung kompleks. Dan dalam perjalanan ternyata kamu secara tidak sengaja berjalan terlalu jauh melewati tempat pembuangan sampah tersebut sekitar 500 meter. Apa yang kamu lakukan selanjutnya? Tentu saja berbalik arah dan menuju tempat pembuangan tersebut dan membuangnya kan.

Nah saat ini rasakan jika itu yang kamu lakukan dalam pikiranmu. Misalnya kamu merasa sedih, dan kamu punya tujuan untuk membuang rasa sedih. Kamu berpikir bagaimana untuk membuang rasa sedih tersebut. Dalam perjalanan kamu mencoba berpikir untuk mengatasi sedih tersebut, kamu malah tidak membawa pikiranmu kemana mana, kesedihan itu masih ada dan bahkan semakin nyata. Pikiranmu berputar putar dan sibuk dengan realitanya sendiri. Kamu tidak bisa bertindak seakan kesedihan itu akan hilang seperti kamu dengan mudahnya membuang sampah di ujung kompleks. Kenapa? Karena moda berpikir doing  hanya cocok untuk dilakukan dalam dunia fisik. Kamu tidak akan bisa melakukan sesuatu atas apa yang tidak ada secara fisik, atas apa yang kamu rasa.




Untuk sesuatu yang kamu rasa, kamu membutuhkan pendekatan lain, cara berpikir lain dan itu adalah moda being. Being berarti kita mengijinkan diri kita berada dalam kondisi saat ini, sebagaimana adanya. Apa hubungannya mengijinkan diri kita berada sebagaimana adanya dapat membantu mendapat bahagia? Pernahkah kamu melihat orang yang tidak punya apa apa dan mereka tetap bahagia? Pernahkah juga kamu melihat orang sakit stadium akhir yang bisa tersenyum puas? Dan pernahkah juga kamu melihat mereka yang memiliki segalanya namun juga kehilangan segalanya? Untuk mendapat bahagia kita perlu untuk mengijinkan, untuk melepaskan, untuk berada dalam keadaan kita sebagaimana adanya sekarang.

Being mengajarkan kita bahwa kebahagiaan tidak didapat dengan kita mendapatkan sesuatu,sebaliknya kita mendapatkan bahagia justru dengan melepaskan, termasuk melepaskan keinginan untuk bahagia. Dengan menerima segala yang ada, mengijinkan semua berjalan sebagaimana adanya karena segala sesuatunya sudah baik adanya. Dengan bersyukur atas apapun yang kita miliki, dengan melepaskan apa yang kita miliki, dengan itu kita bahagia. Dengan melepaskan keinginan untuk pergi dari kesedihan,  kita mendapatkan bahagia. Dengan melepaskan keinginan untuk bahagia, kita akan mendapat bahagia.

Sudah siapkah kamu melepaskan diri dari bahagia untuk mendapat bahagia?

Salam sadar

0 komentar:

Posting Komentar