Jumat, 17 Maret 2017

Depresi dan Bunuh Diri

Baru-baru ini beredar video tentang livestreaming detik detik seseorang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, dia melakukan itu karena rasa sakit yang ditanggung semenjak kepergian istrinya. Dan baru baru ini pula seorang perawat bertanya kepada saya “Kok bisa ya dok dia bunuh diri? Apa yang ada dalam pikirannya?” Apa itu depresi dan bagaimana dia bisa berujung pada bunuh diri, sedikit akan kita ulas disini. Dan sebelum membaca lebih jauh, hendaknya kita tidak ikut menyebarkan video tersebut karena dapat memicu aksi serupa ditempat lain. Dan jika itu terjadi, artinya kita telah ikut mengambil nyawa seseorang yang tadinya bisa diselamatkan. Artinya dia tidak bunuh diri, tapi dia kita bunuh dengan video yang kita sebarkan.


Depresi adalah gangguan perasaan yang memengaruhi kapasitas seseorang untuk berpikir dan merasa secara jernih, mempengaruhi aktivitas dan daya untuk bertindak, mengubah fungsi fungsi tubuh sampai ke tingkat sel, termasuk nafsu makan dan tidur, membuat seseorang hidup terjebak dalam pusaran rasa sakit dan penderitaan yang teramat didalam jiwa dan dia tidak mampu berbuat sesuatu terhadap perasaan tersebut. Depresi banyak terjadi disekitar kita, alasan satu-satunya kamu tidak mengenali orang depresi disekitarmu adalah: karena kamu memang tidak perduli. Secara umum sekitar 17% orang pernah mengalami depresi dalam 6 bulan terakhir, artinya dari 100 temanmu, ada 17 orang yang sedang butuh pertolongan.

Saya tidak akan lagi menjelaskan soal tanda dan gejala depresi, tidak pula saya akan membahas soal angka dan jumlah orang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, semua sudah dituliskan dalam  artikel sebelumnya. Saya hanya akan menuliskan bagaimana pikiran bunuh diri ini muncul, bagaimana hal ini menjadi sangat sulit diatasi, dan bagaimana kita bisa benar-benar membantu orang-orang yang depresi?

Orang yang mengalami depresi mengalami gangguan dalam cara berpikir. Dan gangguan dalam cara pikir ini yang pada ujungnya membuat perasaannya begitu terganggu. Sayangnya perasaan yang terganggu hingga depresi juga akhirnya memperburuk kemampuan pikiran logisnya, hingga ini menjadi lingkaran setan. Pikiran mengakibatkan perasaan sedih hingga depresi, depresi memperberat gangguan cara berpikir.

Bukan berarti orang dengan depresi tidak bersyukur, mereka hanya terjebak dalam pikiran-pikiran buruk tentang keadaan, tentang diri mereka, ketiadaan masa depan, perasaan kehilangan, lenyapnya harapan, perasaan bersalah, keinginan untuk menghukum diri sendiri yang kesemuanya mengarah kepada kematian.

Karena gangguan dalam cara berpikir ini, percuma saja menasehati orang yang mengalami depresi seperti sering saya tuliskan dalam artikel sebelumnya. Pikiran pikiran yang berputar ini akan semakin kencang dan semakin kuat membingungkan jika kita cetuskan dengan kalimat motivasi, dengan ayat, dengan membanding-bandingkan.

Kalimat motivasi sederhana seperti “Lihatlah orang orang disekitarmu banyak yang lebih tidak beruntung”, bisa ditangkap sebagai “Aku memang lemah, aku tidak bisa bersyukur, lebih baik aku mengakhiri hidup”, atau dukungan seperti “Kamu itu pasti bisa melewati semua ini” bisa direspon oleh orang depresi dengan “Aku tidak berdaya, aku sudah mengecewakan orang orang yang percaya bahwa aku bisa, lebih baik aku mati saja”. 

Semua kata-kata positif dalam benak orang yang mengalami depresi, akan tetap bisa diterjemahkan secara berkebalikannya. Dan hal inilah yang membuat sulitnya kita orang awam untuk membantu orang yang kita kasihi keluar dari depresi. Karena pasien depresi terjebak dalam pikirannya sendiri. Sulit untuk keluar kecuali ada orang yang tulus mendengar, tulus membantu, mengajak dia menjadi pendengar isi pikirannya sendiri, dan mendorong pasien-pasien ini mencari pertolongan ke psikiater.

Sebagai gambaran, ada beberapa hal yang membuat orang sangat rentan dengan bunuh diri. Jika kita benar benar peduli, segera bawa orang yang kita kasihi ke psikiater untuk ditolong jika kita menemukan tanda tanda ini:
  • Menyakiti diri sendiri setelah direncanakan
  • Menuliskan catatan bunuh diri
  • Antisipasi tindakan setelah dirinya meninggal (menuliskan wasiat, keinginan dsb)
  • Ingin dan berusaha untuk sendiri untuk menyakiti dirinya sendiri
  • Tidak ingin diketahui orang lain, tidak ingin mencari pertolongan
  • Memiliki keinginan untuk meninggal
  • Melakukan tindakan buhuh diri yang berbahaya
  • Meminta maaf setelah usaha bunuh diri yang gagal
  • Melanjutkan usaha untuk mengakhiri hidupnya dilain waktu
Untuk benar-benar menolong orang-orang yang kita sayangi, kita perlu sadari bahwa kita sebagai orang awam tidak mampu menolong, dan seperti tanda diatas mereka yang mengalami depresi jelas tidak akan mau mendapat pertolongan. Satu satunya jalan adalah membujuk, mengajak, merayu untuk orang orang yang kita kasihi berobat. Jelas saja dia menolak, karena orang depresi memang sedang tidak ingin ditolong, mereka ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Sehingga kita sebagai orang yang sehatlah yang perlu menolong dia yang sedang bersedih.
Dan jika ada orang yang kamu kasihi hendak pergi ke psikiater karena gangguan perasaannya, dorong dan dukung dia. Semangat untuk sembuh telah ada pada dirinya, dukunganmu tentunya akan sangat berharga.

Depresi bisa disembuhkan, bunuh diri bisa dicegah

Salam sadar

0 komentar:

Posting Komentar