Selasa, 07 Maret 2017

Mengejar Kebahagiaan

Beberapa tahun terakhir ini banyak sekali bermunculan buku – buku pengembangan diri. Ada yang berupa motivasi kerja, enterpreneurship, manajemen stress, dan lain – lain. Saya sebagai salah satu anak nongkrong gramedia (karena gak ada duit buat nongkrong di kafe – kafe kekinian) tentu ikut mengamati fenomena semacam ini. Apalagi buku – buku ini memang mempunyai target pembaca usia produktif seperti saya saat ini. Oleh karena itulah saya jadi berkenalan dengan Anthony robbin, Andrie Wongso, James Gwee,dll. Mereka orang – orang hebat, cobalah membaca salah satu karya mereka.


   Setelah saya membaca beberapa buku pengembangan diri, bisa saya simpulkan secara garis besar tujuan mereka menulis buku tersebut tidak jauh berbeda. Supaya pembaca menjadi lebih bahagia, lebih produktif, dan lebih sukses dalam hidupnya. Ya standar lah ya,

   But Wait,,,, ada satu hal yang menurut saya menarik. Yaitu kata BAHAGIA.

   Saya sering mendengar hal ini akan tetapi tidak pernah benar – benar merenungkannya.

   Apa sebenarnya makna bahagia itu? Mari kita bahas.

  Arti dan definisi kebahagiaan sendiri bisa berbeda pada tiap orang. Namun setelah membaca beberapa sumber secara garis besar kebahagiaan bisa diartiin kondisi mental dan emosional berupa rasa kecukupan, senang, dan puas terhadap hidupnya. Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Acacia Parks dalam situs happify.com kebahagiaan bukan berarti merasa senang setiap hari. Bukan berarti kaya dan bisa membeli semua yang dia inginkan. Kebahagiaan adalah kombinasi dari seberapa puas kita dengan kondisi kehidupan kita dan seberapa menyenangkan kehidupan harian kita.

   Pada Juli 2011, United Nations atau PBB mengundang negara- negara anggotanya untuk mengukur tingkat kebahagiaan dari warganya dan menggunakannya untuk membantu dalam pembuatan kebijakan. Pada tahun 2016 World Happiness Project merilis daftar terbaru negara – negara berdasarkan tingkat kebahagiaannya. Variabel yang digunakan adalah besarnya pendapatan per kapita, dukungan sosial, angka harapan hidup, kebebasan untuk menentukan pilihan, rasa saling memberi, dan tingkat kepercayaan publik. 10 negara paling bahagia adalah Denmark, Swiss, Islandia, Norway, Finlandia, Kanada, Belanda, Selandia Baru, Australia, dan Swedia. Indonesia sendiri berada di peringkat 79.



   Satu hal yang membuat saya tertarik adalah, Kita sering mendengar nasihat atau saran agar kita menjadi lebih sukses. Terutama di usia muda.

   Namun, sudahkah kita benar – benar mengejar kebahagiaan hidup kita?
   
   Sudahkah kita menjalani kehidupan yang kita inginkan?
   
   Sudahkah kita benar – benar menjadikan KEBAHAGIAAN sebagai PRIORITAS hidup kita?


Warm Regards,
Salam Sadar,

0 komentar:

Posting Komentar