Sabtu, 02 September 2017

Teroris Tidak Punya Agama

Terorisme bukan milik agama tertentu. Terorisme itu milik spesies tertentu, nama spesiesnya Homo sapiens.


Terorisme yang kita kenal sekarang merupakan sisa sisa evolusi yang sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan kebudayaan. Jutaan tahun lalu, nenek moyang kita perlu berjuang melawan iklim, keterbatasan makanan dan predator, sekedar untuk bertahan hidup. Untuk bertahan hidup, nenek moyang kita perlu bergerombol. Mereka tergabung dalam kelompok untuk saling melindungi satu sama lain.

Permasalahan muncul ketika ada kelompok lain didekat. Perebutan makanan, daerah, sumberdaya pasti terjadi. Bisa dibayangkan kelanjutannya. Untuk melindungi kelompok, nenek moyang memiliki pola pikir khas: dalam kelompok itu aman dan baik, diluar kelompok itu jahat dan berbahaya.

Semua yang berbeda dari kelompoknya dicurigai demi kelangsungan hidup kelompok. Dan ini wajib dilakukan pada jutaan tahun lalu. Mindset ini sayangnya terbawa sampai sekarang. Ditambah dengan eksklusivitas agama, tentunya mengaktifkan saraf yang hardwired sejak lama. Ingroup itu baik, diluar itu jahat, berdosa, layak dihukum dsb. Padahal sebenarnya ini tidak nyata, ini hanya pola pikir ancestor kita.

Mindset ingroup Vs outgroup, us Vs them, menganggap kelompok sendiri lebih istimewa dibandingkan yg lain, adalah pemikiran purba. Mindset purba ditambah sentimen agama, plus gorengan isu dari orang paranoid, jadilah kondisi makin sempurna memunculkan teroris.
Kamu menganggap kelompok/agamamu lebih baik dibandingkan orang lain? Kamu sedang menyimpan bibit teroris dalam pikiranmu.

Bagaimana menghentikan terorisme? Mulailah dari pikiran. Kita semua sama, setara, dan kita baik baik saja walaupun berbeda

0 komentar:

Posting Komentar